Lebih dari 60 Ribu Siswa di Kalteng Jadi Sasaran Bantuan Perlengkapan Sekolah Pemprov
yl
Hai Kalteng - Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar agenda peluncuran bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa SMA/SMK/SKH se-Kalimantan Tengah di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Kamis (5/3/2026). Program ini menyasar lebih dari 60 ribu siswa dari berbagai wilayah, mulai dari kawasan pedalaman hingga perkotaan, dengan prioritas bagi peserta didik yang benar-benar membutuhkan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi dalam memperkuat akses pendidikan sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga melalui penyediaan perlengkapan sekolah secara gratis. Program ini juga terintegrasi dengan kebijakan pendidikan daerah melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera, yang menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Tengah. Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan berbagai jenis perlengkapan sekolah kepada siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH). Total bantuan yang disalurkan meliputi puluhan ribu set seragam serta perlengkapan pendukung lainnya.
(Baca Juga : Wagub Kalteng Ikuti Presentasi Uji Publik Dalam Rangka Monitoring Dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik)
Rinciannya adalah sebagai berikut 34.735 stel seragam olahraga, 34.735 stel seragam Batik Huma Betang, 25.123 stel seragam putih abu-abu, 25.123 stel seragam Pramuka lengkap, dan 26.030 pasang sepatu sekolah Selain itu, para siswa juga menerima perlengkapan tambahan berupa 25.123 pcs topi sekolah, 25.123 pcs dasi sekolah, dan 25.123 pcs ikat pinggang sekolah Penyaluran bantuan ini dirancang agar menjangkau seluruh wilayah Kalimantan Tengah, termasuk daerah terpencil dan pedalaman yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan dan ekonomi. Program bantuan seragam sekolah ini merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk memastikan tidak ada siswa yang terhambat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan biaya. Pemerintah daerah juga menegaskan bahwa sekolah tidak diperkenankan melakukan pungutan terkait pengadaan seragam kepada peserta didik baru.
Selain bantuan perlengkapan sekolah, pemerintah daerah juga menyalurkan dukungan biaya pendidikan melalui skema bantuan pendidikan kepada siswa kurang mampu. Dalam implementasinya, bantuan tersebut dapat mencapai sekitar Rp1 juta untuk kebutuhan perlengkapan sekolah per siswa, serta tambahan dukungan biaya pendidikan lainnya. Langkah ini diharapkan dapat menekan angka putus sekolah serta meningkatkan partisipasi pendidikan menengah di Kalimantan Tengah, khususnya bagi masyarakat di wilayah pedalaman.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah akan terus memastikan akses pendidikan yang adil bagi seluruh masyarakat. “Pendidikan adalah fondasi sekaligus investasi masa depan. Melalui program ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi anak Kalimantan Tengah yang terhambat melanjutkan sekolah hanya karena keterbatasan biaya,” ujar Gubernur. Ia juga menambahkan bahwa bantuan perlengkapan sekolah ini tidak hanya bertujuan meringankan beban orang tua, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas pendidikan generasi muda. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi terus mendorong berbagai program strategis di bidang pendidikan, mulai dari sekolah gratis, bantuan perlengkapan sekolah, hingga program beasiswa dan kuliah gratis bagi masyarakat. “Kami ingin membangun sumber daya manusia Kalimantan Tengah yang unggul, berdaya saing, dan mampu membawa daerah ini maju. Pendidikan adalah kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan dan keterisolasian,” tegasnya.
Melalui program bantuan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap tercipta pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. Dengan dukungan perlengkapan sekolah yang memadai, siswa diharapkan dapat mengikuti proses belajar dengan lebih baik serta meningkatkan kualitas pendidikan di provinsi tersebut. Program ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama menuju Kalimantan Tengah yang maju dan sejahtera. (Sumber : Diskominfo Kalteng)
- Tinggalkan Komentar
Hai Kalteng